Duplicate Content, Penyebab dan Solusi Praktis Agar Ranking Website tidak turun

Mengenal Apa itu Duplicate Content dan bagaimana cara mengatasi agar tidak merusak kinerja SEO website hanya karena anda mengabaikannya.
Duplicate Content

Mengenal Apa itu Duplicate Content

Salah satu masalah yang cukup sering kita hadapi dalam melakukan optimasi website adalah masalah duplicate content.

Peliknya, seringkali masalah konten duplikat ini tidak disadari.

Padahal jika dibiarkan berlarut-larut, masalah konten duplikat akan menurunkan peringkat website di pencarian Gogole, akhirnya kehilangan banyak trafik.

Kami yakin anda tidak ingin hal ini terjadi pada website yang sedang anda kelola. Oleh karena, mari kita cari tahu apa penyebab dan solusinya.

Apa itu Duplicate Content

Sebelum kita mencari tahu penyebab dan solusinya. Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu duplicate content.

Duplicate Content adalah konten website yang ditemukan pada url yang berbeda, pada domain yang sama maupun berbeda.

Karena ada duplikasi konten pada beberapa url yang berbeda membuat mesin pencari bingung harus menampilkan yang mana di pencarian.

Sehingga pada akhirnya mereka tidak akan menampilkan satupun.

Dan seringkali masalah duplicate content ini tidak disadari oleh pemilik website. Karena disebabkan oleh beberapa masalah teknis.

Seperti struktur website dan lainnya.

Oleh karenanya, kita harus mencari cara untuk mengatasi duplicate content ini sehingga tidak memberikan perngaruh buruk pada ranking website.

Penyebab Terjadinya Duplicate Content

Ada banyak sekali hal yang menyebabkan terjadinya duplicate content pada sebuah website, sebagian besar dari mereka disebabkan oleh masalah SEO teknis.

Jarang sekali duplicate content yang di sengaja.

Kecuali oleh mereka yang tidak mengetahui dengan baik apa akibat langsung apabila terjadi duplicate content ini.

Nah, dibawah ini adalah beberapa duplicate content yang sering kita temukan.

1 — Url Website tidak Konsisten

Kami cukup sering menemukan ini pada website klien Jasa SEO Salman Agency. Terutama yang menggunakan platform selain WordPress.

Ketika kita membuat konten, biasanya kita menagargetkan dua hal pada waktu bersamaan. Pertama manusia (pembaca), kedua, mesin pencari.

Hanya saja, pada beberapa kondisi mereka melihat konten website kita dengan cara berbeda. Dan inilah yang memicu terjadinya duplicate content.

Jika kita membuka sebuah url yang berbeda dan kemudian kita menemukan konten yang sama. Mungkin bagi kita itu tidak masalah. Selama apa yang kita cari bisa ditemukan pada konten tersebut.

Namun tidak begitu dengan bot mesin pencari.

Mereka menganggap jika konten yang sama muncul pada url website yang berbeda sebagai sesuatu yang buruk bagi pembaca.

Akhirnya, mereka menilai sebuah duplicate content.

Beberapa contoh duplicate content yang disebabkan oleh in-konsistensi url website bisa anda lihat pada daftar di bawah ini.

www.salman.agency

salman.agency

Jasa Digital Marketing berbasis Search Engine

Jasa Digital Marketing berbasis Search Engine

Jasa Digital Marketing berbasis Search Engine

https://salman.ageny

Setidaknya ada 6 kombinasi url yang bisa kita gunakan untuk mengunjungi website yang memiliki konten yang sama.

Lagi-lagi bagi kita sebagai pembaca tidak ada masalah.

Hanya saja, bagi bot mesin pencari ini adalah masalah serius yang akan berakibat pada penurunan peringkat website kita di pencarian.

Jadi, kita harus memilih salah satunya adan redirect sisanya ke url yang kita pilih.

2 — Pencurian Konten Website

Masalah konten duplikat juga disebabkan oleh perilaku manusia yang disengaja, seperti copy-paste artikel, kita menyebutnya pencurian konten.

Diluar sana selalu ada orang malas yang ingin mendapatkan hasil tanpa mau berusaha, meluangkan waktu dan menggunakan tenaga mereka untuk menulis konten yang benar benar berkualitas.

Mereka hanya mau copy-paste konten website orang lain.

Akhirnya terjadilah yang kita kenal dengan konten duplikat. Akhirnya Google tidak memberikan peringkat pada keduanya.

3 — Kurasi Konten

Kadang untuk membuat konten yang benar-benar bermanfaat pada pembaca memang membutuhkan usaha yang ekstra.

Salah satu teknik menghasilkan konten bermanfaat adalah dengan cara kurasi konten dari sumber lain yang lebih kredibel.

Masalahnya, strategi ini berpotensi memunculkan duplicate content.

Karena sebenarnya kita mengambil potongan konten berbeda dari banyak website sekaligus dan kemudian menampilkannya di website kita.

Bagi pembaca ini sangat bagus sekali.

Hanya saja bagi bot mesin pencarian ini adalah indikasi duplicate content yang akhirnya akan menyebabkan penurunan peringkat website.

4 — Sindikasi Konten

Beberapa sumber mengatakan bahwa sindikasi konten memberikan kontribusi efektifitas pemasaran sebesar 10%.

Ini artinya, teknik ini bisa menghasilkan trafik yang lumayan bisa diandalkan. Akan membantu konten marketing yang kita lakukan

Namun, strategi ini bukan berarti tanpa resiko.

Karena kita menerbitkan ulang konten di tempat lain, baik sekedar cuplikan, artikel lengkap maupun sekedar cuplikan.

Setidaknya itulah beberapa penyebab dupliate content yang sering kita temukan dan berpotensi merusak kinerja SEO website kita.

Tindakan yang tidak termasuk Duplicate Content.

— Konten terjemahan

Ini berita gembira untuk anda yang sering menggunakan artikel terjemahan sebagai konten blog maupun website.

Ya. Google tidak melihat konten terjemahan sebagai duplicate content.

Untuk website yang menargetkan pengunjung dengan bahasa berbeda cukup sering mempraktekan teknik ini dalam pemasaran onlinenya.

Cuma kita harus tetap melihat hasil terjemahan satu persatu.

Karena belum ada perangkat lunak yang benar-benar bisa menghasilkan terjemahan yang terlihat natural, sehingga bisa dipahami dengan baik.

Bahkan Neil Patel menyarankan kita untuk tetap menggunakan penerjemah manusia untuk menterjemahkan konten dari satu bahasa ke bahasa lainnya.

— Konten perangkat mobile

Beberapa tahun lalu, praktek yang cukup sering dilakukan oleh pemilik bisnis adalah menggunakan url website yang berbeda.

Biasanya akan terlihat m.salman.agency (versi mobile) dan salman.agency (untuk versi dekstop). Dan biasanya mereka memiliki konten yang sama.

Menurut Neil Patel, ini bukanlah praktek yang mengakibatkan duplicate content. Sehingga anda tidak perlu khawatir.

Walaupun sebenarnya url website mobile dan dekstop pada hari ini sudah benar-benar sama. Karena mudahnya mendapatkan desain yang responsive.

Masalah yang dimunculkan Duplicate Content

Sebenarnya penurunan peringkat website di Google akibat terjadinya duplicate content hanyalah impact turunannya saja.

Ada beberapa masalah pendahuluan yang diakibatkan oleh konten duplikat dan kemudian berdamapak pada penurunan ranking website.

Mari kita simak pembahasan dibawah ini.

1 — Penurunan Otoritas Url

Misalnya kita sudah membuat artikel yang memiliki kualitas yang sangat baik. Bakal menjadi sumber informasi berharga bagi banyak orang.

Termasuk informasi berharga bagi blogger maupun wartawan.

Konten ini dibuat memang untuk tujuan tersebut, agar ia menghasilkan backlink berkualitas secara otomatis tanpa melakukannya sendiri.

Hanya saja, kadang kita melewatkan sesuatu yang krusial.

Ternyata kita tidak mennggunakan url yang konsisten untuk menyajikan konten luar biasanya ini. Dan akhirnya, blogger dan portal berita lain memberikan backlink dengan url yang berbeda secara teknis.

Walaupun yang dilihat pembaca tetap sama.

Jika kita contohkan nilai backlink yang kita dapatkan sebesar 80%, tapi karena dibagi pada url yang berbeda, akhirnya kekuatan yang dihasilkan tidak sesuai harapan.

Lihat ilustrasi url dibawah ini.

https://www.salman.agency/belajar-seo/ – 20%

https://salman.agency/belajar-seo/ – 20%

https://www.salman.agency/belajar-seo/ – 20%

https://salman.agency/belajar-seo/ – 20%

Kita lihat bahwa masing-masing url mendapatkan 20% kekuatan saja dari 80% kekuatan yang seharusnya kita dapatkan jika url diatur dengan benar.

Kami harap penjelasan ini bisa dipahami dengan baik.

2 — Penggunaan url yang tidak SEO Friendly

Sudah kita bahas bahwa duplicate content lebih sering disebabkan oleh masalah teknis, terutama penggunaan url yang berbeda.

Pada kondisi tertentu, mesin pencari seperti Google bisa mengenalinya dan kemudian mengarahkan pada url yang benar.

Namun, pada kondisi yang lain. Google tidak bisa melakukannya.

Dan itulah mengapa kita harus melakukannya secara manual. Sehingga versi url yang ditampilkan memang yang kita inginkan.

3 — Pemborosan Crawl Budget

Jika anda sudah membaca postingan kami terkait dengan cara kerja Google, maka anda akan tahu bahwa crawling adalah tahapan penting.

Google tidak akan pernah menampilkan halaman yang belum pernah di crawl dan kemudian disimpan di database mereka.

Masalahnya, konten duplikat akan memicu masalah terhadap crawling ini.

Jika website kita ditemukan banyak sekali duplicate content, maka ini akan membuat bot mesin pencari menghentikan crawling di website kita.

Karena mereka tidak mau membuang-buang sumber daya yang mereka miliki (crawl budget) untuk merayapi konten yang relatif sama.

Cara mengatasi masalah duplicate Content

Kita sudah bahas apa itu duplicate content, penyebab dan masalah yang mungkin saja akan ditimbulkannya.

Nah, sekarang akan kita bahas bagaimana cara mengatasi duplicate konten.

Setidaknya ada 4 langkah yang bisa kita lakukan untuk mengasinya. Pahami dan ikuti dengan baik maka masalah ini akan terselesaikan dengan sendirinya.

1 — Konsistensi

Sebenarnya sebagian besar masalah duplicate content disebabkan oleh penggunaan url website yang tidak konsisten.

Kita sering lupa memilih protocol atau menggunakan subdomain atau tidak.

Jika ini tidak diperbaiki segera, maka akan berdampak buruk pada seo teknis website kita. Akan ditemukan banyak duplicate content di website kita.

Oleh karenanya, pastikan untuk selalu menggunakan url yang konsisten. Tetapkan protocol yang maupu digunakan, pakai https atau http.

Selain itu, kita juga harus tetapkan menggunakan www atau non-www.

Untuk memastikan Google memilih url yang tepat, kita bisa menggunakan Google Search Console untuk melakukan ini.

2 — Canonicalization

Salah satu kelebihan dan kekurangan CMS (Content Management System) bisa menggunakan tag dan kategori dalam waktu bersamaan.

Kita bisa menggunakan fitur ini untuk mengelompokan konten.

Tujuannya untuk memberikan kemudahan pada pengguna untuk menemukan konten maupun produk yang mereka cari.

Hal ini juga akan berguna untuk anda yang mengelola toko online. Kita bisa menambahkan filter berdasarkan harga, kategori, tag dan lainnya.

Hanya saja, hal ini bisa menimbulkan masalah duplicate content.

Karena bot mesin pencari tidak bisa membedakan sumber konten asli dengan yang mengenerate dari konten asli, sehingga muncullah masalah duplicate content.

Berita baiknya, kita bisa mengatasi masalah ini dengan canonicallization.

Sehingga ketika bog Google menemukan konten yang sama pada tag, kategori ataupun pada filter lain, mereka tetap tahu sumber aslinya dimana.

Sehingga masalah duplicate content bisa diatas dengan baik.

Salah cara mengatasi duplicate content dari sisi canonicalization ini bisa menggunakan plugin Yoast SEO.

Kita cukup copy-paste url halaman website ke bagian Canonical URL.

Contoh mengatasi duplicate content

3 — No-Index Meta Tag

Meta tag adalah cara bagi webmaster untuk memberikan informasi penting kepada mesin pencari tentang situs mereka.

Tag meta noindex memberitahu bot mesin pencari untuk tidak mengindeks sumber daya tertentu pada halaman website kita.

Orang sering bingung antara tag meta noindex dengan tag meta nofollow.

Perbedaan di antara keduanya adalah ketika Anda menggunakan tag noindex dan nofollow, Anda meminta mesin pencari untuk tidak mengindeks dan mengikuti halaman tersebut.

Sedangkan ketika Anda menggunakan noindex dan mengikuti tag, Anda meminta mesin pencari untuk tidak mengindeks halaman tetapi untuk tidak mengabaikan link ke/dari halaman.

Anda dapat menggunakan tag meta noindex untuk menghindari mesin pencari mengindeks halaman Anda dengan konten duplikat.

Untuk menggunakan tag meta untuk menangani contoh konten duplikat, Anda harus menambahkan baris kode berikut di dalam head tag halaman konten duplikat Anda.

<Meta Name=”Robots” Content=”noindex,follow”>

Menggunakan tag ikuti bersama dengan tag noindex memastikan bahwa mesin pencari tidak mengabaikan tautan pada halaman duplikat.

4 — Gunakan hreflang tag

Saat memiliki konten yang ingin diterjemahkan, kita harus menggunakan tag hreflang untuk membantu mesin telusur memilih versi konten yang tepat.

Jika kita memiliki website dalam bahasa Indonesia dan akan diterjemahkannya ke dalam bahasa Inggris untuk melayani pemirsa lokal, kita harus menambahkan tag, “<link rel=”alternate” href=”http://example.com” hreflang=”id- en” />”

Kita harus mengikuti proses yang sama untuk semua versi lokal yang berbeda dari website yang sedang kita kelola.

Ini akan menghilangkan risiko mesin pencari menganggapnya sebagai konten duplikat dan bahkan juga akan meningkatkan pengalaman pengguna saat pengguna ingin berinteraksi dengan website Anda dalam bahasa asli mereka, yang ditentukan oleh ID sesi mereka.

Opini Terakhir

Masalah duplicate content sebenarnya bisa di antisipasi dan diatasi dengan mudah. Maka, luangkanlah waktu anda untuk mengatasinya.

Karena, konten duplikat yang dibiarkan berlarut-larut berpengaruh pada penurunan dan peningkatan ranking website di Google.

Untuk anda yang tidak tahu cara mengatasinya, kami sarankan untuk menyewa Konsultan SEO. Atau bisa juga sewa SEO bulanan yang kami tawarkan.

Untuk anda yang ingin tahu lebih jauh seputar duplicate content ini, kami sudah menyertakan video dari Google Search Central dibawah ini.

Selamat menonton!

Default image
Hidayat Mundana
Belajar Digital Marketing dari 2007 dan mulai menawarkan layanan Digital Marketing berbasis Search Engine tahun 2012.
Articles: 49

Leave a Reply