11 Kesalahan SEO website yang harus kita Hindari dan cara mengatasinya

Ada 10 kesalahan SEO website yang paling sering dilakukan oleh website owner. Mari kita cari tahu agar tidak terjebak pada kesalahan yang sama.
kesalahan seo website

Antisipasi Kesalahan SEO website

Sebelum membahas apa saja kesalahan seo website, ada baiknya kita baca pelan-pelan paragraf demi paragraf berikut ini

Kami kira kita sepakat, bahwa bisnis kecil hingga menengah harus masuk pasar online di internet. Sehingga bisa beradaptasi dengan perubahan perilaku pasar.

Hari ini kita tidak bisa hanya mengandalkan pasar off-line.

Karena sebagian market kita sudah pindah ke internet. Baik melalui Google, Marketplace, App maupun sosial media.

Dan dari banyak channel pemasaran online yang bisa kita gunakan, Google adalah salah satu yang paling bagus dan murah.

Karena pengunjung yang datang dari Google biasanya adalah pengunjung yang masuk pada kategori “hot traffic”.

Apa itu Hot Traffic, mungkin akan kita bahas dilain kesempatan.

Untuk mendapatkan hot traffic ini kita bisa melakukan 2 hal, pertama pasang iklan Google dan kedua lakukan SEO website.

Biasanya banyak yang pilih SEO, karena organik dan gratis.

Hanya saja, SEO bukanlah ilmu masak mi instan. Ada ilmu fundamenta yang harus kita ketahui dan kuasai. Jika ini tidak dilakukan, akibatnya bisa fatal.

Kita akan melakukan banyak sekali kesalahan SEO website.

Dari ratusan website klien SEO yang kami optimasi, cukup banyak website owner yang melakukan kesalahan ini. Akhirnya ranking website sulit naik.

Nah, agar teman teman tidak melakukan kesalahan SEO yang sama. Ada baiknya mengetahui beberapa kesalahan SEO yang paling umum berikut ini.

Mari kita bahas satu persatu.

Kesalahan SEO website yang paling umum

Sebenarnya ada banyak sekali potensi kesalahan SEO website. Namun, berikut ini adalah kesalahan yang paling sering kita temukan.

Mudah-mudahan setelah mengetahuinya, kita bisa menghindarinya.

1. Tidak melakukan riset keyword

Kesalahan SEO yang pertama adalah tidak melakukan riset keyword.

Dalam proses SEO, riset kata kunci adalah pondasi yang akan menentukan hasil SEO website nantinya. Berhasil ranking, menghasilkan trafik dan konversi.

Hanya saja, ternyata masih banyak website owner yang tidak melakukan ini dengan benar. Keyword yang mereka optimasi hanya terkaan saja.

Padahal keyword ideal itu harus memenuhi setidaknya 3 syarat utama. Yaitu, volume pencarian bulanan, intent dan level kompetisi.

Volume pencarian harus memenuhi KPI SEO, sementara search intentnya harus sesuai dengan model bisnis yang sedang kita tekuni.

Sedangkan untuk level kompetisi adalah level yang bisa kita menangkan. Jangan memaksakan diri untuk optimasi keyword yang levelnya berat, sementara kita tidak memiliki sumber daya untuk memenangkannya.

Sumber daya disini bisa berupa pengetahuan, tenaga, waktu dan uang.

Terkait dengan level kompetisi dan keyword difficulty ini, kami sudah bahas pada postingan yang lain, sangat kami sarankan untuk membacanya.

Solusi yang kami sarankan, mulailah proses SEO anda dengan riset keyword. Gunakan tool SEO seperti Ahrefs, SEMRush maupun Keyword Revealer.

Pilih keyword yang volume pencariannya memenuhi KPI SEO, level persaingan sesuai dengan sumber daya dan konten sesuai dengan search intent.

2. Tidak analisa kompetisi

Kesalahan SEO berikutnya adalah tidak mengukur level kompetisi.

Sebagai praktisi SEO, kita harus tahu batas kekuatan kita dalam melakukan SEO serta level persaingan keyword yang bisa kita menangkan.

Untuk mengetahui level persaingan ini, kita harus lakukan analisa kompetisi.

Sayangnya, analisa kompetisi ini seringkali kita lewatkan. Akibatnya, kita mengoptimasi kata kunci yang tidak akan pernah bisa kita menangkan.

Sehingga kita hanya menghabiskan sumber daya tanpa hasil.

Saran kami, sebelum menentukan keyword yang akan kita optimasi. Mulailah dengan melakukan analisa kompetisi terlebih dahulu.

Lihat usia website mereka, otoritas domain, jumlah dan kualitas konten, onpage, profile backlink dan lain sebagainya.

3. Kesealahan karena Duplicate Content

Konten duplikat adalah konten yang mirip atau sama persis dengan konten lain di website kita maupun orang lain, dan ia berpengaruh pada peringkat website.

Biasanya terdapat pada title, meta deskripsi maupun isi konten.

Oleh karenanya, kita harus menghindari menggunakan konten yang sama berulang kali. Terutama untuk title dan meta deskripsi.

Banyak website tidak kunjung masuk halaman pertama Google hanya karena terdeteksi duplicate, padahal backlinknya sudah bagus.

Mulai sekarang, buatlah konten yang unik untuk setiap halaman website.

4. Kesalahan SEO karena Keyword Stuffing

Keyword Stuffing adalah salah satu praktek SEO dengan memasukan keyword secara berlebihan pada title, meta deskripsi dan konten.

Akibatnya, readability konten menjadi berkurang. Kualitas konten turun drastis sehingga berdampak pada kepuasan pembaca.

Sebenarnya keyword stuffing ini adalah praktek SEO masa lalu (2011)

Tapi ternyata masih banyak praktisi SEO konservatif yang mempraktekannya untuk mendapatkan ranking pada pencarian Google.

Kadang praktek ini memberikan hasil, tapi lebih sering tidak. Kalaupun berhasil, jarang sekali yang bisa bertahan lama.

Kami sarankan anda untuk menghindari praktek SEO ini.

5. Loading Website Lambat

Rasanya, tidak ada yang betah menunggu loading website yang super lama. Malas dan membosankan sekali. Akibatnya, bounce rate jadi tinggi.

Dan inilah alasannya kenapa kita harus membuat loading website super cepat. Agar persentase bounce rate tidak tinggi.

Ini bisa berdampak buruk pada peringkat website kita.

Agar loading website cepat, kita harus memilih hosting yang cepat, desain yang bagus dan optimasi gambar yang benar.

6. Anti Backlink

Kata siapa fasenya link building sudah berakhir. Backlink masih sangat bagus untuk ranking website, cara mainnya saja yang berubah.

Tapi, cukup sering saya mendengar orang-orang yang mengatakan bahwa SEO itu tidak butuh backlink. Cukup konten berkualitas.

Menurut kami, ini tidak sepenuhinya benar.

Backlink masih sangat kita butuhkan, bahkan menjadi faktor ranking paling berpengaruh. Yang berubah hanya cara mainnya saja.

Kita tidak perlu anti-backlink, walaupun juga tidak boleh maniak backlink.

Kita harus menggunakan backlink secara proporsional. Baik tipe, anchor text serta proses link buildingnya.

Gunakan tipe backlink yang berbeda, optimalkan distribusi anchor text dan lakukan link building secara bertahap, jangan terlalu terburu-buru.

7. Profile Backlink Seragram

Kesalahan SEO website berikutnya adalah profile backlink terlalu seragam.

Jika ini juga terjadi pada website anda, segera perbaiki. Karena ini adalah bendera peringatan, bisa-bisa kena pinalti.

Dalam melakukan link building, usahakan menggunakan profil yang beragam.

Baik atribut dofollow nofollow, tipe backlink, anchor text dan placementnya. Jangan terlalu bernafsu menggunkan tipe backlink tertentu.

Ini penting untuk kita sadari.

Jika anda menggunakan Jasa PBN, sebaiknya anda sudah memasang tipe backlink lain terlebih dahulu. Terutama anchor yang menggunkaan nake url.

8. Tidak mengoptimalkan Internal Link

Tidak banyak yang menyadari bahwa internal link memberikan impact signifikan pada peningkatan peringkat website jika kita optimasi dengan baik.

Selain meningkatkan topical trust, internal link juga akan mengalirkan otoritas dari halaman lain ke halaman rujukan.

Sehingga otoritas akan makin merata.

Lebih dari itu, internal link juga bisa kita gunakan untuk meningkatkan user experience, terutamanya page view.

Jika ingin user experince dan ranking website naik, maka mulailah untuk mengoptimasi internal link dari sekarang.

9. Desain tidak Responsive dan Mobile Friendly

Walaupun tidak banyak, ternyata masih ada desain website yang tidak responsive. Kita harus zoom out-in untuk membaca artikelnya.

Padahal responsive dan mobile friendly adalah syarat penting untuk memastikan website kita mudah masuk halaman pertama Google.

Lagipula, saat ini ada banyak sekali themes WordPress gratisan yang sudah responsive dan mobile friendly. Kita tinggal pakai saja.

Sekarang, coba cek website anda. Apakah sudah responsive dan mobile friendly.

10. Broken Link

Kealahan SEO website yang paling sering tidak kita sadari adalah broken link.

Broken link juga kita sebut dengan link rusak. Merupakan hyperlink yang jika kita buka akan memunculkan halaman 404.

Jika ini terjadi pada website anda, segeralah perbaiki.

Cara memperbaikinya bisa dengan menggunakan plugin yang bisa redirect semua halaman 404 ke homepage.

Bisa juga dengan membuat halaman khusus 404.

Default image
Hidayat Mundana
Belajar Digital Marketing dari 2007 dan mulai menawarkan layanan Digital Marketing berbasis Search Engine tahun 2012.
Articles: 48

Leave a Reply