12 Kesalahan Link Building yang paling sering dilakukan website Owner

12 Kesalahan Link Building yang banyak dilakukan oleh website owner dan akhirnya berdampak negatif pada peringkat website mereka pada pencarian Organik Google.
Kesalahan Link Building

Kesalahan Link Building oleh website Owner

Sering kami ingatkan pada website owner yang beli backlink melalui Salman Agency bahwa sebelum backlink kami pasang, pastikan websitenya sudah “ready” dulu.

Maksudnya, money site ini memang sudah layak untuk diberikan backlink.

Jika ini tidak kita lakukan, maka backlink yang kita pasang tidak akan berdampak signifikan pada peringkat website di pencarian Google.

Seringkali website owner melewatkan tahapan ini, padahal ini adalah bagian penting yang tidak bisa kita lewatkan jika ingin mendapatkan hasil maksimal.

Dan ini adalah kesalahan link building yang paling umum kita lakukan.

Setidaknya, ada beberapa kesalahan yang dilakukan website owner sebelum mereka memulai proses link building. Baik dari sisi url tujuan maupun sumber backlink.

Kesalahan dari sisi Url Tujuan

Kesalahan yang pertama bisa kita lihat dari sisi url tujuan backlink. Dan ini adalah bagian penting yang tidak boleh kita lewatkan.

Setidaknya, ada 6 kesalahan link building yang paling umum kita lakukan dari sisi url tujuan. Beberapa diantaranya adalah :

1. Loading Page lama

Ini adalah kesalahan pertama yang cukup sering dilakukan.

Banyak pemilik website yang tidak mengoptimasi kecepatan website sebelum melakukan link building. Padahal, ini faktor penting yang berpengaruh pada peringkat.

Sebaiknya, sebelum kita mulai melakukan link building. Pastikan dulu kecepatan website sudah teroptimasi dengan baik. Sehingga backlink benar-benar berdampak pada ranking.

Saran kami, cek dulu kecepatan website menggunakan GTMetrix atau menggunakan Google PageSpeed, pastikan sudah memenuhi standar minimalnya.

2. Internal Link

Internal link adalah link yang menghubungkan antar halaman pada website dan domain yang sama. Berguna untuk memudahkan bot mesin pencari menemukan halaman website kita yang lain serta mengalirkan otoritas halaman asal pada halaman tujuan.

Dengan bantuan internal link ini kita bisa mengalirkan kekuatan suatu halaman ke halaman lain sehingga berdampak pada otoritas website secara keseluruhan.

Masalahnya, banyak pemilik website yang tidak menyadari pentingnya internal link ini. Sehingga manfaat positif dari backlink external tidak bisa kita alirkan ke halaman lain.

Saran kami, sebelum melakukan link building sebaiknya kita memasang internal link dulu ke halaman lain yang relevan dengan topik.

Gunakan anchor text yang relevan. Misalnya, jika halamannya menawarkan layanan lokal seperti SEO Malang, maka halaman tujuan harus membahas keyword terakit.

Dengan cara ini maka halaman website kita yang lain akan ikut naik otoritas dan juga rankingnya pada pencarian Google organik.

3. Tidak Optimasi Onpage Halaman

Kesalahan berikutnya adalah tidak melakukan optimasi onpage terlebih dahulu.

Mulai dari penggunakan title tag, heading, keyword placement dan termasuk internal link yang sudah kita bahas sebelumnya.

Sebaiknya sebelum melakukan link building, pastikan onpage halaman website sudah dibuat sedemikian rupa sesuai kaidah yang banyak diajarkan oleh pakar SEO.

Misalnya, pastikan title tagnya memiliki keyword utama.

Sekarang coba buka halaman website yang ingin teman-teman pasang backlink. Cek onpaenya, apakah sudah siap mendapatkan backlink atau belum.

Jika belum, segera perbaiki dan optimasi terlebih dahulu.

4. Broken Link

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa internal link memiliki manfaat yang signifikan untuk meningkatkan otoritas website dan rankingnya.

Hanya saja, kadang kita melakukan beberapa kesalahan dalam memasang link. Akhirnya menimbulkan pesan “broken link“. Akibatnya, otoritas yang seharusnya dialirkan tidak sampai ke halaman tujuan.

Disisi lain, kalau halaman kita terlalu banyak broken link, maka ini akan memberikan sinyal pada algoritma Google bahwa website kita memiliki user experience yang buruk.

Jadi, perbaiki masalah broken link terlebih dahulu sebelum memulai link building.

5. Redirect Chain

Redirect Chain adalah salah satu jenis redirect halaman website yang tidak langsung mengarah pada halaman website tujuan. Biasanya ada url antara.

Dan ini membuat proses link building menjadi tidak efektif.

Owh ya, bagi teman-teman yang ingin belajar lebih jauh terkait dengan redirect ini, silahkan baca langsung postingan kami seputar Tipe dan Jenis Redirect Website.

Dengan adanya redirect chain membuat otoritas yang dialirkan tidak seperti yang diharapkan. Sehingga manfaat backlink tidak terlalu terasa.

Misalnya, website kita menggunakan www.salman.agency, tapi saat kita memasang backlink dari website lain menggunakan non www, seperti salman.agecny saja.

Akan terlihat seperti (sumber backlink —> salman.agency —> www.salman.agency). Website salman agency tanpa www adalah url antaranya.

Seharusnya kita langsung pasang backlink dengan url www.salman.agency.

6. Keyword Placement

Sebenarnya ini juga bagian dari SEO Onpage.

Sebelum kita mulai melakukan link building, sebaiknya kita memastikan keyword utama sudah dipasang pada tempat-tempat yang disarankan banyak praktisi SEO.

Mulai pada bagian title, url website, 100 kata pertama dan lainnya.

Untuk anda yang ingin tahu lebih jauh seputar keyword placement ini, kami juga sudah membahasnya pada bagian lain, pelajari keyword placement disini

Kesalahan dari sisi Sumber Backlink

Selain kesalahan pada sisi url tujuan, kadang kita juga melakukan kesalahan dari sisi sumber backlink. Dan ini bisa berdampak sangat fatal pada website.

Oleh karenanya, kita harus tahu apa saja kesalahan tersebut. Agar tidak melakukan kesalahan yang sama dan website kita menjadi korbannya.

Baik, mari kita bahas satu persatu.

1. Low Authority

Kesalahan pertama adalah memasang backlink pada website low quality. Ini artinya, backlink tidak akan memberikan manfaat signifikan pada website kita.

Bahkan pada banyak kasus justru memberikan dampak negatif.

Kami menyarankan anda untuk mengetahui apa saja metrik backlink berkualitas. Agar saat ingin memasang backlink jadi tahu mana website high dan low quality.

Intinya, jangan pasang backlink website anda pada domain low quality.

Kami menyarankan teman-teman untuk menggunakan backlink yang memiliki otoritas bagus. Ini ditandai dengan DA/PA yang dikeluarkan Moz dan DR/UR dari Ahrefs.

Selain itu, pastikan outbound linknya tidak banyak.

Dan inilah salah satu alasan kami selalu menawarkan backlink PBN, karena kualitasnya jauh lebih bagus dan terkontrol dibandingkan backlink lain seperti backlink komentar.

2. Konten berkualitas rendah

Kesalahan link building berikutnya adalah menggunakan konten kualitas rendah. Padahal, konten menjadi pilar penting dalam pemasaran online.

Banyak blogger yang menggunakan konten asal-asalan.

Bahkan tidak jarang juga yang menggunakan konten yang sama pada beberapa website berbeda. Akhirnya terjadilah duplicate content. Dan ini tidak bagus bagi backlink kita.

Sebaiknya, buatlah konten yang original dan kemudian terbitkan dengan mengoptimasi onpagenya, seperti judul, sub judul dan keyword placementnya.

3. Konten tidak relevan

Kadang ada juga blogger yang memaksakan memasang backlink pada halaman yang tidak relevan dengan website mereka, ditambah lagi menggunakan rich anchor text. Jelas ini sangat tidak bagus bagi website kita.

Sebaiknya, teman-teman memasang backlink pada halaman yang relevan.

Hindari memasang backlink, terutama menggunakan keyword utama pada halaman yang tidak relevan dengan konten kita.

4. Over Optimasi Anchor Text

Kesalahan lain yang cukup sering kita lakukan adalah over optimasi anchor text.

Kadang kita terlalu bersemangat menggunakan anchor text yang mengandung kata kunci utama yang kita target. Apalagi kalau domainnya otoritas tinggi.

Padahal ini akan memberikan sinyak buruk pada Google.

Website kita akan terkesan over optimasi, apalagi kalau domainnya masih dibawah 1 tahun. Maka ini akan terlihat makin janggal dimata google pencarian.

Oleh karenanya, gunakanlah anchor tetxt sewajarnya. Sesuai dengan data yang sudah anda miliki. Ini akan jauh lebih aman.

Untuk anda yang ingin tahu bagaimana cara mengatur distribusi anchor text, sebaiknya anda baca postingan kami yang lain terkait hal ini.

5. Pasang banyak backlink sekaligus

Terkadang kita terlalu terburu-buru pasang backlink.

Ada yang pasang 50, 100 bahkan 1000 backlink dalam sehari. Kemudian tiba-tiba berhenti dalam waktu yang lama. Ini adalah cara yang salah dalam memasang backlink.

Ini hanya akan memberikan sinyal negatif pada Google

Sebaiknya pasang backlink bertahap. Memang tidak angka pasti berapa backlink yang harus kita pasang dalam 1 hari. Tapi, pengalaman kami 1-5 backlink saja sudah cukup.

Tapi dilanjutkan dalam waktu yang lama.

Jadi, pasang banyak backlink sekaligus dalam waktu bersamaan adalah salah satu kesalahan link building yang banyak dilakukan.


6. Over Outbound Link

Kesalahan berikutnya adalah karena outbound link yang terlalu banyak. Dan ini umum terjadi pada backlink komentar yang auto approve.

Setinggi apapun authority halamannya, jika outbound linknya terlalu banyak maka sebaiknya hindari sumber backlink yang seperti ini.

Mungkin saat ini tidak berdampak buruk pada website anda. Tapi, suatu saat ketika algoritma Google update lagi, sangat mungkin website anda akan terdampak.

Itulah beberapa kesalahan yang paling sering kita lakukan. Jadi, kami sarankan untuk selektif dalam memilih backlink yang akan kita gunakan.

Jika anda kesulitan menemukan backlink berkualitas, anda bisa order backlink PBN melalui Salman Agency saja. Dijamin kualitasnya bakalan memukau teman-teman.

Sumber gambar: Yoast

Default image
Hidayat Mundana
Belajar Digital Marketing dari 2007 dan mulai menawarkan layanan Digital Marketing berbasis Search Engine tahun 2012.
Articles: 48

Leave a Reply