7 Proses SEO Website yang harus diketahui dan praktekan website Owner

SEO memang menjanjikan, tapi proses SEO Website bukan proses satu dua langkah seperti masak mie instan. Ada tahapan dan langkah yang harus dilakukan.
proses-seo-website
@pexels

Memahami Langkah dan Proses SEO

Memahami semua tahapan pengerjaan SEO dengan baik merupakan bagian penting dalam proses mempromosikan website di Google.

Karena banyak klien SEO yang mempersepsi bahwa SEO itu mudah dan instan.

Padahal SEO itu tidak berbeda dengan proses diet dan fitness kata om Kaspar Szymanski dalam sebuah postingan blognya.

Ada tahapan-tahapan yang harus kita ketahui dan jalankan.

Tanpa melewati proses dan tahapan SEO tersebut, sulit bagi kita berharap dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Untuk mendapatkan hasil SEO yang baik, kita harus memiliki rencana yang matang dan mengetahui banyak cara untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Biasanya kita tuangkan dalam action plan SEO.

Hanya saja, kita tidak akan bahas topik tersebut pada kesempatan ini. Kita akan bahas apa saja proses SEO yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil.

Jadi mari kita bahas dibawah ini.

1. Audit Website

Idealnya, sebelum kita melakukan tindakan SEO apapun. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah audit website terlebih dahulu.

Audit ini bisa kita lakukan dari sisi teknis maupun konten.

Kita tidak bisa memilih satu dari dua ini. Maksudnya, keduanya harus kita lakukan dengan baik dan optimal untuk mengetahui titik mulai kita.

Ini tidak saja berguna untuk mengukur keberhasilan SEO kita dimasa depan, tapi juga untuk menemukan apa saja yang harus kita perbaiki dan optimalkan.

Tak jarang kami menjadikan hasil audit ini sebagai benchmark SEO.

— Audit Teknis

Ada banyak elemen teknis yang harus kita audit, mulai dari kecepatan loading website, duplikat konten, broken link, index website dan lainnya.

Dan kesalahan yang paling umum dan banyak kami temukan adalah soal kecepatan halaman website. Website sulit dibuka karena berat.

Cukup banyak klien SEO kami yang memaksakan memasang video profil perusahaan di halaman website bagian atas. Lucu memang!

Mau balapan malah bawa beban banyak di depan.

Padahal, selain akan membuat halaman website jadi berat. Juga tidak ada yang tertarik mendengar cerita tentang kesuksesan kita.

Karena pengunjung hanya peduli dengan masalah mereka.

Dampak langsungnya adalah meningkatkannya bounce rate. Sedangkan dampak tidak langsungnya adalah turunnya ranking website.

Beberapa waktu lalu, kami berhasil mendorong ranking website klien SEO dari tidak masuk 100 besar sama sekali menjadi masuk 20 besar.

Hanya dengan meningkatkan kecepatan website jadi 1-3 detik saja.

— Audit Konten

Kita sadar bahwa konten adalah elemen krusial pada website.

Hanya saja, kita sering salah dalam membuat konten yang tepat untuk audience. Objektifnya seringkali salah.

Salah satu kecenderungan kita dimasa lalu adalah bagaimana mendatangkan trafik sebanyak mungkin ke website.

Kita tidak pernah benar-benar bertanya, apakah trafik yang datang bisa di konversi menjadi pembeli atau tidak.

Content is the King

Yang ada dipikiran kita hanya trafik. Yang penting ramai.

Akhirnya kita memiliki banyak konten yang menghasilkan ratusan bahkan ribuan trafik, tapi tidak menghasilkan penjualan sama sekali.

Yang ada hanya menghabiskan sumber daya. Minimal hosting.

Kadang kita juga membuat postingan dengan format yang salah, sehingga perlu diubah menjadi format dan tipe konten yang lebih tepat.

Pada lain kesempatan, kita punya 2-3 postingan yang membahas topik yang sama. Padahal bisa digabung jadi 1 postingan saja.

Masalah diataslah yang menjadi alasan utama kita harus melakukan audit konten sebelum masuk pada proses seo website berikutnya.

Ketika kita melakukan proses audit website ini dengan benar, maka kita jadi tahu apa masalah utama dari website dan kemudian di optimalkan untuk mendapatkan hasil SEO yang benar-benar memuaskan.

Pertanyaannya, sudahkah anda melakukan audit website?

2. Technical SEO

Bertahun-tahun lalu banyak praktisi SEO yang mengabaikan proses ini.

Padahal, seluruh tindakan SEO adalah satu kesatuan. Ibarat sebuah bangunan yang berdiri megah dan indah.

Pasti mereka terdiri dari pondasi dan dinding yang kuat.

Nah, technical SEO ini ibarat pondasi. Sulit bagi kita untuk berhasil menguasai halaman pertama Google tanpa pondasi yang kuat.

Dan ketika kita bicara soal tehcnical SEO, hal tersebut mencakup beberapa hal dibawah ini. Kita harus optimalkan seluruhnya.

  • Status index
  • Crawl budget
  • Crawl Error
  • Internal Link
  • Sitemap
  • Loading Speed
  • Redirect
  • Broken Links
  • https

Sekali lagi, kita tidak bisa memilih satu dari banyak daftar diatas.

Dan seringkali keberhasilan kita mengoptimalkan technical SEO menentukan hasil akhir dari proses SEO yang kita lakukan.

3. Riset Keyword

Riset Keyword adalah sisi lain dari bangunan tindakan SEO.

Tanpanya proses SEO website menjadi timpang. Dan berpeluang gagal serta tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Kenapa kita harus melakukan riset keyword?

Karena kita perlu tahu, apa “kata-kata” yang digunakan orang untuk mencari produk dan layanan kita di Google pencarian.

Setelah mengetahuinya, kita bisa menyediakan konten/artikel yang sesuai dengan harapan mereka. Goalnya adalah ranking dan konversi.

Kita membuat dan mengembangakan konten website bukan dari hasil dugaan saja. Tapi berdasarkan data hasil riset keyword ini.

Bahkan dengan melakukan riset keyword ini, kita menjadi tahu potensi sebuah keyword, level persaingan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendorongnya masuk halaman pertama Google.

Jadi, lakukan riset keyword sebelum membuat konten anda.

4. Analisa Persaingan

Untuk bisa memenangkan kompetisi di Google, tentu kita harus tahu dengan siapa kita bersaing dan seberapa kuat mereka.

Dalam banyak kasus, tahapan ini sangat menentukan hasil SEO anda.

Banyak pemula yang gagal dan mundur ditengah jalan karena mengabaikan hal penting ini. Mereka tidak sadar harus berdapapan dengan siapa.

Asal memilih keyword, sementara sumber daya, ilmu dan pengalaman masih sangat minim. Akhirnya, dipecundangi oleh kompetitor.

Sebelum masuk ke niche tertentu atau lebih spesifiknya, mengoptimasi kata kunci tertentu, sebaiknya ketahui dulu level persaingannya.

Ukur dengan sumber daya dan kemampuan kita saat ini.

Jika sekiranya kita tidak mampu bersaing, lebih baik kita minggir dulu dan menemukan niche lain yang lebih mudah.

5. Strategi Konten

Strategi Konten Website
@pexels

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentu kita harus menyembangkan konten dengan strategi yang apik. Tidak asal dan seadanya.

Kita harus memahami buyer journey dengan baik. Sehingga menyediakan konten yang tepat untuk setiap tahapannya.

Menurut Alex Valencia, Co-Founder Web Do Web Content. Setidaknya ada 4 format konten yang bisa kita optimalkan.

Diantaranya adalah foundational, FAQ, authoritative dan Experience Content.

Fondational Content adalah konten yang mengulas tentang produk dan layanan kita. Targetkan kata kunci utama melalui konten ini.

Optimalkan seluruh keyword pada konten ini. Mulai dari long tail keyword dan head keyword yang ada kaitannya dengan produk kita.

FAQ Content adalah konten yang kita buat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan di Google terkait dengan produk kita.

Pastikan setiap elemen onpage di optimasi dengan baik, seperti url, judul, meta deskripsi, breadcrumb dan lainnya.

Authoritative Content adalah Konten yang dibuat untuk menunjukan keahlian anda di bidang yang anda geluti.

Misalnya Salman Agency, kami akan akan membuat konten-konten seputar SEO untuk menunjukan keahian kami di SEO.

Content User Experience adalah konten website yang dibuat untuk meningkatkan pengalaman pengguna di website kita.

Seperti Ebook, Checklist Onpage SEO dan lain sebagainya.

Merencanakan dan merancang strategi konten yang baik tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan peringkat website tapi juga konversi dan otoritas.

6. Content Writing dan Editing Content

Sebenarnya konten adalah cara kita berkomunikasi dengan pencari informasi. Melalui konten kita membangun otoritas, relevansi dan trust.

Konten yang baik akan memberikan impact signifikan pada interaksi pengguna. Pada akhirnya akan memberikan sinyal ranking pada google.

Semakin bagus konten yang kita terbitkan, semakin bagus user experience dan semakin bagus ranking dan konversi.

Ada banyak kaidah bagaimana cara menulis artikel SEO Friendly. Dan beberapa waktu lagi akan kami terbitkan di blog Salman ini.

7. Link Building

Tidak banyak yang memasukan link building sebagai bagian utama dari tindakan SEO website kita. Padahal ini salah satu usaha untuk meningkatkan popularity.

Ketika website kita populer, baik di sosial media, blog maupun di website otoritas, maka peluang mendapatkan peringkat akan lebih baik.

Link Building merupakan proses yang disengaja dan tidak disengaja.

Salah satu proses di sengaja adalah dengan melakukan guest post, beli pbn, press release dan aktif di sosial media seperti ig, facebook dan twitter.

Sedangkan proses link building yang tidak disengaja (tidak direct) adalah membuat konten yang unik dan berkualitas.

Sehinga ada pihk lain secara sukarela memberikan backlink gratis pada website kita.

Kesimpulan

Kami rasa kita sepakat bahwa SEO bukanlah proses satu, dua dan tiga langkah layaknya kita membuat mie instan.

Ada serangkaian proses SEO website yang harus dilakukan.

Dan untuk melakukannya kita harus membuat rancangan yang matang sehingga mudah di eksekusi untuk memberikan impact pada hasil SEO.

Saran kami, lakukanlah seluruh proses SEO website diatas secara optimal. Selanjutnya, hasilnya serahkan pada yang sang pemilik takdir.

Untuk anda yang ingin belajar lebih jauh seputar SEO, kami sudah menyediakan konten panduan belajar SEO untuk anda.

Sumber dan Referensi:

Default image
Hidayat Mundana
Belajar Digital Marketing dari 2007 dan mulai menawarkan layanan Digital Marketing berbasis Search Engine tahun 2012.
Articles: 49

Leave a Reply