20 Istilah SEO Marketing yang harus diketahui pemula

20 Istilah SEO Marketing yang akan memudahkan anda berkomunikasi dengan SEO Specialist, tak peduli anda pemilik website ataupun blogger
istilah-seo-marketing
Pexels @visual tag mx 1321732

Tidak peduli apakah anda ingin melakukan SEO sendiri atau memilih mendelegasikannya pada SEO Specialist seperti Salman Agency, istilah-istilah SEO Marketing ini wajib anda ketahui.

Ini tidak saja membantu anda menilai dan mengevaluasi laporan SEO dari Agency SEO, tapi juga membantu merencanakan strategi yang tepat.

Setidaknya ada 20 istilah SEO Marketing yang sering digunakan dalam setiap proses SEO website yang dilakukan.

Mengetahui daftar istilah tersebut akan memudahkan kita berkomunikasi efektif dengan partner. Baik sebagai pemilik website maupun praktisi SEO.

Apa saja istilah-istilah tersebut? Mari kita bahas.

1. SEO (Search Engine Optimization)

SEO adalah salah satu strategi digital marketing untuk mendatangkan trafik organik dari mesin pencari, utamanya Google.

Ia adalah serangkaian tindakan untuk mengoptimalkan website, konten, user experience sehingga website kita semakin relevan dan otoritas di hadapan Google dan para pengguna mesin pencari.

Dan jika anda ingin mendapatkan trafik gratis dari Google secara berkelanjutan, maka melakukan SEO adalah pilihan tepat.

Beberapa waktu lalu kami sempat membahas apa saja kelebihan dan kekurangan SEO sebagai sumber trafik organik dari mesin mencari.

Silahakan dibaca, siapa tahu anda menyukainya.

2. On Page SEO

SEO On Page adalah proses optimasi halaman website agar mudah dipahami oleh Google dengan harapan ditampilkan di Google pencarian.

Elemen SEO Onpag terdiri dari judul, url, heading, meta deskripsi, keyword placement, LSI, Internal link, mobile friendy, loading time dan juga relevansi konten.

Tujuan utama dari On Page SEO ini adalah agar mesin mengetahui apakah halaman website kita relevan atau tidak dengan kueri yang diketikan user.

Semakin relevan maka semakin berpeluang tampil di hasil pencarian Google.

3. Off Page SEO

SEO Off Page adalah kumpulan tindakan SEO website yang terjadi diluar website itu sendiri. Ini termasuk link building, content marketing dan pemasaran sosial media.

Tujuan utamanya adalah supaya website kita makin populer.

Semakin populer website kita, maka semakin besar peluangnya untuk bisa masuk halaman pertama Google.

Pada suatu kesempatan Sundar Pichai pernah mengungkapkan bagaimana search engine mereka menampilkan hasil di Google pencarian.

Salah satu jawabannya adalah popularity.

Jadi, SEO Off Page tidak melulu soal backlink. Walaupun backlink berkualitas merupakan bagian yang paling dominan dari sisi ini.

4. Keyword

Istilah SEO yang satu ini cukup sering kita dengar.

Keyword adalah kata atau frasa kata yang terdiri dari 1, 2, 3 atau lebih kata dan digunakan untuk mencari informasi di mesin pencari.

Kita juga lazim menyebut keyword dengan kueri.

Dalam SEO, kata kunci atau keyword ini menjadi jembatan antara pencari informasi dan konten yang disediakan oleh publisher.

Pencari informasi hanya bisa menemukan informasi yang relevan dan valid menggunakan keyword. Begitu juga publisher, website mereka hanya bisa ditemukan ketika kontennya relevan dengan keyword.

Kita akan bahas soal keyword lebih jauh dibagian yang lain.

5. Long Tail Keyword

Long Tail Keyword adalah sebutan khusus untuk kata kunci yang terdiri dari 3 kata atau lebih. Ini juga menunjukan intent sebuah keyword.

Karena semakin banyak jumlah kata yang digunakan untuk mencari informasi, menunjukan semakin spesifik informasi yang dibutuhkan.

Dan biasanya keyword seperti ini lebih mudah konversinya.

Tidak itu saja, ketika di optimasi menggunakan SEO, kita jauh lebih mudah mendapatkan ranking di halaman pertama Google.

Beda dengan keyword umum yang lebih berat.

Akan tetapi, umumnya (tidak semua) kata kunci ini memiliki volume pencarian yang lebih sedikit dibandingkan dengan keyword umum.

Salah satu contoh long tail keyword adalah “jasa pengurusan IMB Rumah di Jakarta”.

Pengalaman kami selama 10 tahun lebih menawarkan Jasa SEO Website, sangat jarang klien SEO yang meminta optimasi tipe keyword ini.

6. Keyword Density

Secara harfiah kita bisa mengartikan keyword density dengan kepadatan kata kunci.

Istilah ini sebenarnya hadir karena praktek SEO masa lalu yang terlalu berorientasi pada kata kunci. Agar ranking website lebih cepat naik.

Karena pada waktu itu begitulah mesin pencari bekerja.

Mereka menilai relevansi sebuah halaman website berdasarkan kata kunci yang sering muncul di halaman website tersebut. Semakin sering muncul, semakin relevan.

Tapi, SEO hari ini tidak begitu. Karena Google terus berkembang.

Hari ini mereka menilai sebuah halaman berdasarkan user experience. Seperti apa interaksi pembaca di halaman website kita.

Tapi, bukan berarti kata kunci ditiadakan.

Kata kunci tetap menjadi basis relevansi sebuah halaman website, tapi ia harus digunakan dengan cara yang berbeda.

7. Riset Keyword

Kita tahu bahwa agar website ditampilkan di pencarian Google, maka ia harus relevan dengan kueri yang di ketikan user.

Caranya dengan membuat konten sesuai kueri tersebut.

Nah, untuk mengetahui apa kueri yang diketikan user. Maka kita harus mencari-tahu menggunakan tool tertentu.

Nah, proses ini kita sebut riset keyword.

Jadi, riset keyword adalah proses mencari kata kunci potensial yang relevan dengan produk maupun bisnis yang ingin di promosikan.

Biasanya, kami menilai sebuah kata kunci itu potensial atau tidak berdasarkan beberapa hal penting ini, seperti :

  • Volume pencarian
  • Intent Keyword
  • Level persaingan
  • Permintaan keyword (musiman atau evergreen)
  • Dan lainnya.

Untuk melakukan riset keyword ini kita bisa menggunakan tool riset keyword seperti Google Planner, SEMRush, Ahrefs, Keyword Revealer dan Ubersuggest.

Perlu di ingat, riset keyword adalah proses penting sebelum SEO.

8. SERP

SERP merupakan singkatan dari Search Engine Result Pages.

SERP adalah daftar website yang ditampilkan Google pada hasil pencarian setelah user mengetikan kueri tertentu di Google.

SERPs ini tidak hanya halaman pertama saja. Akan tetapi, halaman pertama adalah halaman yang paling utama.

Karena, ada statistik yang mengatakan bahwa 75% pencari informasi tidak membuka selain halaman pertama saja.

Ini artinya, ketika website kita tidak tampil di halaman pertama maka ia tidak akan di lihat oleh sekitar 75% pencari informasi di Google.

9. Meta Deskripsi

Meta desrkipsi adalah deskripsi singkat tentang isi halaman website.

Biasanya meta deskripsi ini ditampilkan pada SERPS Google. Umumnya terdiri dari 155 karakter. Bisa lebih atau kurang karena Google memotongnya.

Sebagai praktisi SEO, kita harus mampu mengoptimalkan meta deskripsi ini dengan baik untuk meningkatkan CTR website.

Karena meta deskripsi adalah elemen yang paling awal dilihat. Tentu selain title tag dan url website kita.

10. Indexing

Indexing adalah proses menambahkan halaman website kita ke database Google, biasanya dilakukan setelah mereka melakukan crawling website.

Ini adalah tahapan penting dari proses SEO kita.

Website kita tidak mungkin mendapatkan peringkat di halaman pertama Google jika ia tidak pernah di index oleh Google.

Jadi, tugas pertama dari seorang praktisi SEO adalah memastikan setiap halaman website sudah di crawling dan di index Google.

11. Internal dan External Links

Link adalah kata atau beberapa kata yang mengandung url website dan ketika di-klik akan mengarahkan kita ke halaman website lain.

Jika diarahkan ke halaman lain di website yang sama, maka kita kenal dengan internal link. Tapi, jika diarahkan ke website lain. Kita sebut dengan eksternal link.

Kombinasi antara internal link dan eksternal link akan memberikan impact yang sangat positif pada kinerja SEO website.

Internal link meningkatkan potensi crawling dan indexing, sedangkan eksternal link meningkatkan otoritas dan relevansi halaman website kita.

Jadi, anda tidak perlu anti memasang eksternal link.

Dan perlu diketahui juga.

Anda tidak selalu harus mengarahkan eksternal link ke wikipedia saja, hehehe. Ada banyak orotas lain yang bisa anda berikan eksternal link.

12. Link Building

Banyak praktisi SEO yang salah kaprah terhadap istilah SEO yang satu ini. Sebagian orang menyangka Link Building adalah SEO Off Page.

Padahal link building hanya satu dari banyak bagian dari SEO Off Page.

Jadi, link building adalah proses mendapatkan backlink berkualitas dari website otoritas untuk meningkatkan popularity website kita.

Link Building ada yang dihasilkan dan ada pula yang dibuat.

Hanya saja, sangat jarang kita bisa menghasilkan backlink dari website-website otoritas. Kecuali kita membuatnya sendiri.

Misalnya dengan melakukan press release di media nasional. Termasuk menggunakan backlink PBN, anda bisa gunakan Jasa PBN yang ditawarkan Salman Agency.

13. Landing Page

Landing Page adalah halaman website yang dituju oleh pengunjung setelah mereka klik link tertentu di halaman website lain.

Ini tidak berarti semua halaman website adalah landing page.

Landing pada dasarnya memiliki objektif tertentu. Misalnya berlanggan email, memesan produk tertentu atau download file tertentu.

Sementara beberapa halaman website hanya bertujuan untuk edukasi, membangun topical trust dan lainnya.

14. Pay per Click (PPC)

Pay per Click adalah salah satu teknik pemasaran online yang mengandalkan “Paid Search” untuk mendatangkan trafik ke website.

Menggunakan teknik ini kita bisa mendorong website kita masuk halaman pertama Google sekalipun hanya dalam hitungan menit. Syaratnya, kita harus memenangkan lelang PPC untuk kata kunci yang di target.

Setelah website kita di tampilkan, kita akan dibebakan biaya setiap ada pencari informasi yang mengeklik iklan kita.

Jumlahnya tergantung harga lelang yang kita menangkan sebelumnya.

Ini adalah teknik pemasaran online alternatif selain SEO. Terutama untuk anda yang butuh trafik instan ke website.

Misalnya saat launching produk maupun usaha.

15. ROI

ROI adalah singkatan dari Return of Investment.

Sebagai pemilik bisnis tentu kita ingin tahu seberapa besar impact setiap teknik dan strategi pemasaran online terhadap pengembalian nilai investasi.

Ini harapan kita yang pertama.

Selanjutnya, tentu kita berharap mendapatkan profit yang lebih besar.

16. KPI SEO

KPI merupakan singkatan dari Key Performance Indicatior.

Jadi KPI SEO adalah instrumen yang bisa kita jadikan sebagai alat ukur untuk menilai kinerja SEO website kita sepanjang periode tertentu.

Melalui KPI SEO ini kita jadi tahu mana elemen dan tindakan SEO yang memberikan impact positif pada kinerja SEO website dan mana pula yang justru sebaliknya.

Untuk tindakan lanjutannya, kita bisa improve elemen yang dampaknya positif. Dan eliminasi elemen yang tidak berdampak atau justru negatif.

Sehingga kita bisa hemat sumber daya lebih banyak.

17. Benchmark SEO

Benchmark SEO adalah titik awal dimana kita memulai proses optimasi website.

Mengetahui dari mana kita mulai akan membantu kita mengukur setiap proses SEO yang sudah dilakukan.

Ada banyak elemen yang harus dijadikan benchmark SEO, silahkan lihat pembahasan khusus kami terkait dengan Benchmark SEO ini.

18. Action Plan SEO

Sederhanyana, action plan sEO adalah rencana aksi SEO.

Kita tahu betul bahwa SEO tidak bisa kita kerjakan dalam semalam dan kemudian kita lihat hasilnya esok hari.

SEO itu butuh proses, butuh waktu.

Oleh karenanya kita butuh tindakan yang terarah pada setiap satuan waktu yang di miliki, agar kita tidak buyar dan keluar dari rencana awal.

Nah, agar rencana awal kita tidak buyar dan pindah ke rencana lain. Maka kita buruh action plan.

Sehingga kita jadi tahu apa yang harus dilakukan pada setiap satuan waktu yang kita miliki. Misalnya, bulan pertama audit website, bulan kedua riset dan produksi konten, bulan ketiga publish dan mulai melakukan link buiding.

19. Search Marketing

Search Marketing adalah istilah yang menjelaskan pada kita tentang berbagai teknik mendatangkan trafik ke website kita.

Barik menggunakan organic search maupun paid search.

20. Algoritma Google

Algoritma Google adalah sistem yang dibangun Google untuk memudahkan mereka menemukan dan mengolah informasi yang ada di internet.

Mulai dari proses crawling, indexing, klasifikasi dan kemudian menampilkannya pada penari infomasi di mesin pencari Google.

Bagaimana website kita mendapatkan peringkat di Google di atur menggunakan algoritama ini. Jadi, ranking website kita diperoleh bukan melalui proses manual.

Namun, melalui proses otomatis yang dijalan algoritma.

Terakhir

Sekarang anda sudah tahu apa arti dari beberapa istilah SEO diatas.

Selanjutnya anda bisa manfaatkan untuk berkomunikasi, merencanakan strategi SEO yang tepat atau membaca laporan SEO dari Agency SEO anda.

Namun jika anda masih bingung harus melakukan apa, sementara website tidak kunjugng mendapatkan trafik dari Google. Kami siap membantu anda.

Silahkan pelajari beberapa layanan Digital Marketing yang kami tawarkan, pilih sesuai dengan kebutuhan anda saat ini.

Jika masih bingung, langsung saja hubungi kami via whatsapp.

Default image
Hidayat Mundana
Belajar Digital Marketing dari 2007 dan mulai menawarkan layanan Digital Marketing berbasis Search Engine tahun 2012.
Articles: 48

Leave a Reply